*Sajak Pekerjaan Nak, jangan jadi pengacara kalau kau tidak kuat. Membela yang kaya (dan nyata2 salah), kau masuk neraka, meski banyak uangnya. Membela yang miskin dan papa (nyata2 benar), musuhmu menggunung di dunia, pun miskin pula kau, bujang. Nasib sekali profesi ini, sama dengan profesi hakim, jaksa dan sebagainya. Nak, jangan jadi dokter kalau kau tidak tulus. Susah payah menimba ilmu (mahal pula), kadang hanya dibayar dengan ucapan terimakasih. Saat hendak menuntut imbalan dan perhatian yang layak dari pemerintah, malah disangka penuntut dan tidak ihklas. Ini pun serupa dengan bidan dan petugas kesehatan lainnya, mahfumnya demikian. Nak, jangan jadi guru kalau kau tidak tahan. Menghabiskan waktu berhari2 mengajari murid2, dianggap memang itulah tugasnya. Biasa sajalah. Saat murid2nya tidak pintar, bandel, nakal, yang disalahkan adalah gurunya. Ini pun sama dengan pekerjaan guru ngaji, tutor, dosen dan sebagainya. Nak, jangan jadi polisi kalau kau tidak gagah perkasa. Bukan gagah perkasa fisiknya, karena itu memang harus. Tapi gagah perkasa hatinya. Membela orang salah (tapi berkuasa), kelak teman kau di neraka banyak. Membela orang benar (tapi lemah), musuh kau di kantor yang bisa jadi banyak sekali. Ini senasib dengan pekerjaan sipir dan sejenisnya. Nak, jangan jadi PNS kalau kau tidak mantap, aduh rumit sekali sebutan ini. Kau kaya disangka korup. Kau jalan2 di mall disangka kelayapan. Kau banyak internetan disangka maling waktu. Padahal boleh jadi ada PNS yang job desc-nya demikian--terlepas yang lebih banyak tidak. Belum lagi bisik2 dan tatapan2 meremehkan lainnya, kecuali kau mantap, Nak. Nak, jangan jadi karyawan atau buruh kalau kau tidak sungguh2. Giat bekerja sesuai waktu memang begitulah SOP dan kebutuhannya. Diperintah dan disuruh2 sudah resikonya. Bekerja tiap hari hanya membuat pemilik perusahaan tambah kaya raya. Seolah terjamin masa tua, digaji mahal, tapi lupa berapa harganya masa muda yang diberikan. Hanya untuk pensiun dan menerima selembar kertas masa bakti dan ucapan terima kasih. Aduh, Bapak pusing sekali harus memberi tahu, kelak kau sebaiknya jadi apa. Sepertinya semua pekerjaan punya resikonya. Maka baiklah, kita fokus saja pada hal terpentingnya. Semoga besok lusa kau tumbuh jadi anak yang kuat, tahan banting, tulus, mantap, sungguh2 Maka, apapun profesinya, kau siap Tetap berdiri tegar dengan pemahaman terbaiknya. *Tere Liye
kita sekolah di ajarkan menjadi penakut, lalu apa bedanya sekolah dengan panci bertekanan uap tinggi. kita sekolah tapi di ajarkan menjadi pengikut bukan pemimpin, lalu apa bedanya dengan tempat kerja. kita sekolah tapi di ajarkan realistis sama masa depan, yang sebenarnya kita harus di tumbuhkan mimpi2 nya, lalu apa beda nya dengan dunia. banyak hal justru salah di bentuk di KEBANYAKAN sekolah, di SD, SMP, SMA, bahkan kuliah. lalu buat apa kita sekolah tinggi2 ketika kita tidak bisa bebas memilih apa yang terbaik bagi kita. semoga sekolah2 hebat selalu membentuk karakter murid2 nya, sekolah yang mengajarkan keberanian hidup.
Aku takut ketika aku mengenal dunia aku melupakanMu
sesuatu yang merubah diriku padaMu
Aku takut ketika aku jatuh cinta pada dia, cintaku padanya melebihi cintaku padaMu
Karena aku hanya manusia yang tak pandai membagi rasa
Aku takut ketika aku telah pandai, aku melupakanMu
Sebagai dampak keangkuhanku yang salah kepadaMu
Aku takut ketika aku melangkah tanpa iringan ridhoMu
Karena aku tahu aku hanya bisa meminta kepadaMu
Aku tajut aku melupakan kasih sayangMu yang banyak dan Tulus
Terbiasa dibimbing menjadi manusia yang memiliki pendirian baik
Apa yang aku dapat ketika aku meningalkanMu ?
Apa yang akan aku raih ketika aku lupa cintaMu ?
Apa yang aku perjuangkan jikalau bukan ridhoMu ?
Semua jawabanya tak ada ya Allah.
Maka bimbinglah hambamu yang kecil dan rapuh ini agar belajar dari kehidupan manusia-manusia sebelumku, dan biarkan yang lain belajar dengan cinta dari ajaran Rasulullah Saw untuk mengenalMu. Agar kami mendapat rahmat dalam hidup yang lebih baik karena kau takut aku melupakanMu ya Allah, ya Rasulullah, kepada kitabMu Al-Quran dan lupa pada malaikat yang selalu mendo

Bila sampai aku di akhir hidupku, aku ingin seperti embun
Memberi makna pada eloknya pagi hari esok
Di ujung waktuku ku ingin berjusud berpeluhkan air mata
Mengingat banyaknya dosa yang ku perbuat
Dan aku meminta kepada-Mu wahai Tuhanku
Ampuni dosa-dosa masa laluku
Aku terlalu naïf jika meminta ditanguhkan umurku yang cukup panjang
Aku ingin menghadapmu dengan penuh rahmat serta beristiqamah
Di ujung waktuku aku hanya ingin berdua dengan-Mu
Meminta maaf atas segal kesombongan dimasa mudakuku
Karena ku akan kembali pada-Mu takkan ada yang bisa aku banggakan, takkan ada yang bisa menyelamatkanku kecuali seluruh amal ibadahku
Maka izinkan aku berjuang memaknai hidup melawan kerasnya dunia, dinginya malam dan hati manusia, serta memberi sejuta tawa pada anak-anak yatim
Agar aku mati pada keadaan husnal khatimah, dibawah guyuran hujan yang setelah itu di hiasi mentari bermahkota pelangi terindah yang Engkau berikan
Di ujung waktuku aku ingin bisa bermakna Tuhan.
Cintaku untuk-Mu Tuhanku, Tuhan seluruh Alam. Tuhan yang maha Esa
Assalamualaikum,
Bismillah………….
Jika dikata sang pelukis hanya bisa menghasilkan karya terhebat atau dengan istilah master piece dengan memiliki bakat yang besar maka aku berani berkata bahwa itu takkan selamanya benar, tak absolute.
Mengapa atau kenapa berkata istilah tentang berbakat ?
Apa itu bakat ?
Kenapa usaha seseorang sering terbentur dinding baja bernama bakat ?
Menurutku bakat hanya sebagai arah petunjuk ibaratnya kompas menentukan arah angin dan yang menghasilkan sesuatunya adalah usaha, kerja keras, dan pantang berputus asa berpangku tanggan serta banyak-banyaklah berdoa pada sang pencipta yaitu Allah Swt, jika dikatakan segala sesuatu keberhasilan atau hasil ditentukan oleh bakat atau tidaknya seseorang, maka persepsiku AKU TAK PERLU SEKEDAR BERBAKAT untuk menjadi apa yang aku inginkan, begitu juga kau kawan ! benar ?.
Aku berfikir tentang persepsi banyak orang tentang bakat menjadikan pagar kreatifitas kita untuk melakukan lebih dari sekedar bakat, mungkin juga banyak orang yang setuju tentang pendapatku ataupun tidak sama sekali, tapi kita hidup berhak memlih pilihanmu, pilihanku, persepsiku, persepsimu, takkan selalu penah sama, mungkin selalu memilki perbedaan tetapi memiliki juga banyak kesamaan. Jika bakat dikatakan tolak ukur untuk seseorang meraih keberhasilan dan kesuksesaan maka aku akan mencoba berangakat dari yang namanya perjuangan dengan penuh dedikasi yang tinnggi bukankah seharusnya begitu kawan kalian juga berhak memilhih.
Jika dikatakan bakat itu sudah ada sejak kita lahir dan takkan pernah hilang atau terlampau oleh orang yang hanya memiliki usaha kerja keras maka aku berani bertaruh segala yang kumiliki itu semua tidaklah benar, contoh sederhana adalah pertemanan, seorang yang hanya mengandalkan bakat dalam pertemanan yang ia inginkan hanya dia yang menjadi pusat perhatian, hanya dia yang boleh menonjol, hanya dia yang berhak memutuskan segala sesuatu, dan hanya dia saja hanya dia, gak asik aku atau mungkin kau tak ingin menjadi seorang yang menyebalkan seperti itu, tetapi ketika kita berteman dengan mengandalkan usaha walau kita hanya memiliki sedikit bakat atau tidak sama sekali maka kita akan menjadi orang yang kan selalu berusaha menjadi lebih baik untuk teman itu, berusaha bersama-sama menjaga pertemanan, asik bareng-bareng. Dan tak perlu capek-capek selalu ingin menjadi pusat perhatian, meras lebih dan selalu ingin yang terdepan. Cukup kau temanku yang mengakui kehadiranku itu sudah lebih berarti dari semua akat yanga ada.
Dan jika kita hanya bergantung pada bakat, bagaimana agar bakat itu muncul ?
Degan pengalaman hidup ? dengan melakuakan perjalanan panjang penuh makna ?
Tapi bagaimana jika bakat tak kunjung datang atau terus terlelap dalam tubuh kita, jangan khawatir kawan karena segala sesuatu yang kita lakukan tak selamnya memerlukan bakat, apa dengan bakat kita bisa menghindari siksa api neraka ? atua terhindar dari salah, khilaf dan dosa ! tidakkan ? atau ada yang mengatakan tapi kalo dengan bakat kita bisa melakukan lebih baik atau lebih wah dari orang lain ? kata siapa ? jika karyamu ingin lebih baik dari pada orang lain hanya perlu berusa lebih keras dari biasanya orang kebanyakan berikan curahan perasaan cinta lebih ketika kau bekerja dengan baik.
Aku juga tidak kita juga ingin disebut berbakat tetapi aku ingin dari sekedar berbakat yang menghalangi daya kreatifitas karena hidup selalu tidak terduga dan biar semua itu kita lalui dengan semua usaha dan apa yang kita perbuat. Tak perlu sekedar berbakat untuk bisa bermain bola karena kita bermain bola besama dengan kerja sama sebagai suatu tim,gak perlu berbakat menjadi seoarng doctor karena aku juga sama inigin jadi seorang doctor yang hebat dan bisa menolong dengan tulus dan yang pasti aku bisa sampai sekarnag seperti ini bukan hanya sekedar berbakat.
Seorang pemimpin atau presiden memang bisa ditumbuhkan sifat-siafat baiknya peduli dengan rakyat hanya melalui berbakat bicara dan berbakat memimpin tanpa tak pernah bertindak mengangkat sebuah batu kali pondasi untuk bangunan masjid untuk mengulung sedikit saja kerah lengannya keatas untuk berja keras.
Filosofi orang yang hanya mengandalkan bakat adalah ibarat dia memliki mata yang bisa melihat dengan baik tapi tidak memilki kaki ia tidak bisa maju untuk melangkah karena ia tak punya usaha yang cukup dia memperpagari dengan pola pikr hanya dengan kaki kita bisa bergerak dan berjalanuntuk digunakan melangkah, di akan terbentuk dengan istilah keterbatasan yang memang pada dasarnya semua manusia memilikinya
Tetapi jauh berbeda sekali Filosofi orang yang berusaha keras dan selalu percaya pada kemampuan yang bisa dikembangkan adalah bagai orang yang buta penglihatannya dan lumpuh kakinya tapi ia berjalan menuju cahaya terus majua karena pola pikirnya terus berkembang dan terus berusaha mencapai puncak terbaik dengan mendobarak semua keterbatasan, ketidak mampuan dia bukan sebuah alsan membenarkan diri pada setiap kegagalan tapi bagai pedan saydina Ali bin Abu Thalib menebas kebatilan dan kemalasan pada diri kita.
Aku sangat BENCI pada orang yang mengatakan “kamu takkan pernah bisa Karena kamu sama sekali tidak berbakat di bidang itu” , “kamu tuh gak pantes jadi orang-orang sukses”BOHONG ! SEMUA ITU BOHONG !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Karena kita tidak tahu sebelum mencoba dengan maksimal bagai berjalan di gua yang gelap kita tidak tahu di ujun sana ada cahaya kebebasan kita, sebelum mencoba menelusurinya sedangkan jalan dibelakang tertutup reruntuhan bernama nasib.
Nasib yang menentukan bakat, dan Allah yang hanya memilki takdir.
Maka tak perlu kita sekedar berbakat karena Rasulullah, para sahabat, dan banyak orang telah mebuktikannya lebih dari satu kali bahkan berkali-kali.
Mari kita berusaha sekuat tenaga mengapai mimpi, yang behak berhasil dalam bermimpi tak sekedar bergantung pada bakat.
Wassalam
Bismillahirohmanirrohim.
Assalmualaikum Wr.wb
Semoga Allah selalu memberikan ketetapan hati untuk menyusuri jalan dakwah ini.
Walau terkadangfitnahan, hujatan, cacian, dan makian sering mewarnai perjalana panjang ini.
Raga, jiwa, harta, dan air mata telah kita persembahkan di jalan ini.
Hingga terkadang lelah dan jenuh menghampiri setiap jejak perjuangan mengarungi jalan ini.
Saudaraku mari kita tanyakan pada hati kita, pantaskah kita mengeluh dalam mengarungi jalan ini ?
Karena hakikatnya komitmen adalah sebuah totalitas perjuangan dakwah ini.
Ada atau tidaknya kita di sana, dakwah akan tetap diperjuangkan, namun apakah surga-Nya tidak begitu mengiurkan untukmu ?
Saudaraku, mari kita tengok sejenak potret sebuah negeri.
Dimana perjuangan, pengorbanan, tak kenal lelah
Palestina
Perjuangan, pengorbanan,dan takbir membaharu…….mengetarkan musuh-musuh Allah
Jiwa, yawa, dan air mata yang mulai habis telah mereka persembahkan lebih dari yang kita persembahkan.
Semuanya demi tegaknya Islam di muka bumi dan menyelamatkan bumi para Khalifah.
Semua berlomba-lomba menjemput seni kematian paling indah dengan senyum dan syahadat yang mengema.
Dan sesunguhnya mereka tidak mati, mereka hidup di sisi-Nya.
Bagaimana dengan kita ?
Karya apa yang telah kita persembahkan untuk dakwah ini.
Kami tak pernah tahu sampai kapan jiwa raga ini harus dipersembahkan ?
Harus seberapa deras darah ini dialirkan ?
Harus sejauh mana kaki ini terus dilangkahkan ?
Untuk membangun peradaban sebuah negeri yang Allah titipkan.
Harus terus di serahkan, hingga Allah kelak mengantinya dengan ridho dan surge-Nya nan indah dan penuh kedamaian.
Dan ini jalan pilihanku, jalan hidupku, dan jalan yang lurus untukku dan kalian saudaraku.

Aku yakin ada banyak hal yang tak kau ketahui tentang diriku, maka kau harus tahu.
Aku manusia yang penuh kekurangan, tak berparas tampan, tak sempurna dan hidupku sederhana,
Namun hatiku selalu ingin mempertahanka apa yang aku cintai.
Mungkin aku tak bisa merubah gelapnya awan menjadi cerah ketika hujan menangis.
Mungkin aku takkan pernah bisa melukis pelangi yang mengitari matahari untuk mengambarkan indahnya hidup.
Serta aku tak mungkin bisa menerangi angkasa raya dengan cahaya hatiku karena aku bukan manusia pilihan Tuhan.
Dan aku tak tahu bagaimana ungkapkan perasaanku kepadamu.
Aku ingin membaginya padamu, sebuah perasaan yang sangat indah namun membingungkan.
Hingga dadaku sesak penuh rasa. Rasa cintaku padamu bukan sebuah keistimewaan tetapi suatu kesederhanaan.
Walau hanya menunggu dan menunggu karena satu hal itu yang dapat kulakukan, menunggu sampai kau membuka hatimu melihat semua perjuanganku.
Maka engkau harus tahu cintaku yang sederhana ini tak penuh basa-basi kebohongan.
Sebuah rasa syukur karena aku telah hidup, bertemu denganmu, mengenalmu, dan mencintaimu.
Maka aku ingin kau rasuki cintaku padamu agar kau mengenaliku dan kau bersyukur telah bertemu denganku.
Itulah cintaku, cinta yang penuh kesederhanaan.
Tak perlu dilebih-lebihkan dan mendapat semua keistimewaan
Karena cintaku langsung diberikan oleh Tuhan hanya untuk mencintaimu.
Cukup dengan apa yang aku punya.
Walau kau takkan pernah tahu.
Dan biarkan, biarkan aku berkorban demi perasaanku kepadamu.
Cintaku yang sederhana kepadamu.






